Senin, 07 November 2011

RBM DAN ADVOKASI KEBIJAKAN PUBLIK


Penyadaran, peningkatan kapasitas dan pengorganisasian merupakan hakekat kegiatan pemberdayaan masyarakat. Perjalanan PNPM Mandiri Perdesaan (PNPM MD) telah sejak awal menggunakan pendekatan ini. Keberhasilan program ditentukan sejauh mana pendekatan pemberdayaan yang dipakai mampu memberikan perubahan di masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut kemudian muncullah RBM (Ruang Belajar Masyarakat) tempat sharing sekaligus ruang belajar dalam peningkatan kapasitas masyarakat.


Kesadaran dan menguatnya kapasitas masyarakat kadang belum mencukupi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka manakala kebijakan negara tidak berpihak pada mereka. Disinilah sebenarnya kemampuan untuk melakukan advokasi kebijakan sangat diperlukan oleh masyarakat agar kebijakan negara selalu berpihak pada masyarakat khusunya masyarakat marginal.

“Advokasi adalah aksi strategis yang ditujukan untuk menciptakan kebijakan public yang bermanfaat bagi masyarakat atau mencegah munculnya kebijakan yang diperkirakan merugikan masyarakat.” (Socorro Reyes, Local Legislative Advocacy Manual, Philippines: The Center for Legislative Development, 1997).

“Advokasi adalah aksi kolektif yang terencana untuk mengubah iklim politik yang melibatkan semua pengemban kepentingan (stakeholder),yang diarahkan untuk mengatasi isu-isu dan problem-problem spesifik melalui kebijakan publik.” (Laporan Akhir tentang Central Asian NGOs Advocacy Training and Study Tour, March 1-12,1999, The Philippines, The Center for Legislative Development)

Sudah saatnya masyarakat desa dipahamkan akan hak haknya, diberdayakan dan dikuatkan sehingga dia tidak hanya menjadi “konsumen program “ tanpa posisi tawar sedikitpun. RBM seharusnya mulai mengenalkan tentang advolkasi kebijakan khusunya advokasi dalam perencanaan dan penganggaran agar nantinya selepas program PNPM masyarakat mampu mengawal, memperjuangkan dan mempengaruhi kebijakan perencanaan dan pengangaran tetap berpihak pada mereka.

Selasa, 11 Oktober 2011


Agung Laksono: PNPM Akan Tetap Berjalan

Menkokesra-Agung-LaksonoSoreang (ANTARA) - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono memastikan bahwa Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri akan tetap berjalan selama dirinya menjabat sebagai menteri hingga 2014 mendatang.

Hal itu ditegaskan oleh Agung Laksono kepada wartawan di Soreang, Kamis, untuk menepis pernyataan bahwa PNPM Mandiri merupakan program gagal karena tidak tepat sasaran dan sering digunakan sebagai alat politik untuk meraih simpati masyarakat.

Menurutnya, adanya penyelewengan dana PNPM merupakan tanggungjawab pemerintah daerah yang lemah dalam melakukan pengawasan.
"Saya kira PNPM Mandiri tetap akan ada sampai periode pemerintahan habis di 2014. Dan, nantinya tergantung siapa yang memimpin. Saat ini bantuan PNPM Mandiri sudah tidak dimanfaatkan lagi oleh seseorang," kata Agung Laksono saat melakukan kunjungan kerja ke Pesantren Palgenep Mathlaul Anwar di Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.

Sebelumnya diberitakan, pimpinan Komisi II DPR RI Taufik Efendi, mengancam akan menunda bantuan bergulir PNPM Mandiri. Salah satu penyebabnya karena Komisi II DPR RI banyak mendapat laporan bahwa program tersebut telah disalahgunakan oleh beberapa kalangan politikus yang diaku-aku jasa salah satu partai atau anggota dewan di daerah tersebut.

"Pada tahun ini kita sudah memberi tanda bintang (menunda) untuk PNPM Mandiri. Soalnya program tersebut banyak yang diakui sebagai jasanya salah satu anggota dewan di daerah tersebut," ujar Taufik saat melakukan kunjungan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Untuk itu, pihaknya saat ini menunggu laporan dari pemerintah dalam hal ini kementerian terkait yang mengurusi program PNPM. Laporan atau data base tersebut di antaranya terdiri atas laporan penerima PNPM Mandiri dan perkembangan pengerjaannya.
"Kalau sudah jelas peruntukan dan perkembangannya, maka bintangnya akan kita cabut lagi. Kami tidak ingin program ini disalahgunakan. Karena anggarannya bukan dari pendapatan atau yang lainnya, tapi dari utang pemerintah," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjelaskan, PNPM Mandiri tentunya sangat berguna bagi masyarakat. Meskipun harus ada perbaikan-perbaikan dari tahun ke tahun. Dan setiap tahunnya harus ada monitor dan evaluasi mana saja yang menjadi kekurangan dari program PNPM agar lebih baik lagi ke depannya.
"Saya pastikan program PNPM Mandiri ini sangat berguna, namun tentunya dengan catatan harus ada perbaikan. Sisi mana saja yang kurang, nah yang kurang itu harus diperbaiki. Setelah itu, menjadi tugas kita bersama untuk memantaunya," kata Heryawan

Minggu, 25 September 2011


Setelah mondar-mandir di dunia maya akhirnya saya tiba di http://blog.fastncheap.com

Masalah pada driver merupakan masalah yang tidak akan pernah berakhir pada operating system windows, baik itu windows lama seperti windows 95 atau widows yang terbaru seperti windows 7. Seringkali sebuah desktop PC atau notebook tidak memiliki cadangan driver baik itu pada CD/DVD atau pada HD pada perangkat tersebut.
Ada kalanya, anda ingin menginstall ulang sebuah perangkat komputer atau notebook tapi tidak memiliki driver dari komputer tersebut. Jika masalah itu yang muncul, anda bisa melakukan backup driver terlebih dahulu saat system masih berjalan yang kemudian digunakan untuk meng-install driver setelah melakukan install operating system windows.
Nama software yang diguanakan adalah DriverMax, sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk mem-backup driver pada windows. Software DriverMax ini juga  dapat digunakan sebagai tool untuk mengambil driver dari operating system yang sedang berjalan dan kemudian meng-install-nya pada komputer lain yang memiliki hardware yang sama.
Sederhananya, DriverMax dapat mengambil master/source driver dari operating system windows yang sudah berjalan!
(Meskipun tidak selalu berhasil) DriverMax dapat digunakan untuk meng-ekspor driver dari versi windows yang berbeda. Misalnya, mengambil driver pada windows XP dan digunakan pada windows 7 atau sebaliknya. Dan jangan lupa, aplikasi ini dapat berjalan pada hampir semua versi windows baik itu windows 32 bit atau windows 64 bit.

Okey, sekarang waktunya praktek backup driver menggunakan DriverMax!
Pertama, download DriverMax nya dan lanjutkan dengan meng-install driver di operating system windows yang anda pakai.
Jika perangkat komputer yang anda pakai terkoneksi ke internet, DriverMax akan melakukan sedikit “scanning” official website-nya dan akan memakan waktu selama tidak lebih dari 5 menit. Jangan khawatir dengan proses ini karena program ini bukan spyware atau malware yang menginfeksi komputer yang anda pakai.
Jalankan software DriverMax yang telah anda install.
Pilih driver yang akan di backup. Klik Select All jika ingin melakukan backup pada semua driver dan lanjutkan dengan menekan tombol Next.
Pilih dimana file backup driver akan disimpan. Anda juga dapat memilih untuk menyimpan file driver dalam bentuk ZIP jika mau. Lanjutkan dengan menekan tombol Next.
Proses backup oleh DriverMax akan memakan beberapa waktu untuk meng-copy driver dari hardware pada desktop PC atau notebook anda.

Jika semua selesai, klik tombol Close dan lihat, driver telah ter-backup pada folder tempat anda menyimpan driver.
Sekarang, desktop PC atau notebook anda siap di-install ulang tanpa perlu khawatir perangkat hardware tidak dapat bekerja karena tidak ada driver. File driver tadi juga dapat digunakan pada komputer yang lain jika memiliki hardware yang sama.
Silahkan mencoba dan semoga berhasil! 

Kamis, 22 September 2011

TRAINING OF TRAINER TENAGA PELATIH MASYARAKAT (TOT-TPM)

Wakil Bupati Bantaeng membuka TOT-TPM
Pada tanggal 16 September 2011 sekira jam 10 pagi bertempat di Hotel Alam Jaya Bantaeng diselenggarakan kegiatan TOT bagi Tenaga Pelatih Masyarakat oleh Pokja Ruang Belajar Masyarakat tingkat kabupaten bantaeng tahun anggaran 2011.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini sedianya dibuka secara resmi oleh Bupati Bantaeng, namun karena berhalangan maka kegiatan TOT TPM ini dibuka oleh Wakil Bupati Bantaeng Drs.H.A. Asli Mustadjab, M.Si. Hadir dalam pembukaan PJO Kab. Bantaeng Harmoni, S.Sos, M.Si, Faskab PNPM-MP, Ketua Pokja RBM Sabang, S.IP, FK-FT dan PJO Kecamatan se kab. Bantaeng serta TPM.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Bantaeng mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pelaku PNPM yang telah berkontribusi dalam pembangunan di kabupaten Bantaeng sejak PNPM masih bernama PPK. Wakil Bupati Bantaeng berharap TOT TPM ini mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks dalam kerangka pemberdayaan masyarakat demi Mewujudkan misi Kab. Bantaeng "Mendorong, memberdayakan dan meningkatkan kemandirian/partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan".

Ketua Pokja RBM Bantaeng, Sabang,S.IP
Ketua Pokja RBM Sabang, S.IP dalam laporannya mengatakan peserta TOT-TPM berjumlah 35 orang dari tiap kecamatan se-kab. Bantaeng, masing-masing kecamatan mengutus TPM 5 orang. Sementara fasilitator pelatihan berjumlah 4 orang diantaranya TPM Kabupaten yaitu Husni Alam, Khaerul Ma'ruf, Hartuti dan Faskab PNPM-MP Ruslan Daud Mendogu.

Adapun materi yang dipaparkan oleh keempat fasilitator TOT-TPM yaitu:
  1. Konsepsi PNPM Mandiri Perdesaan.
  2. Konsepsi dan urgensi TPM dalam ranah pemberdayaan
  3. Pemahaman dasar pembelajaran partisipatif
  4. Proses belajar pada orang dewasa (POD)
  5. Identifikasi kebutuhan pelatihan
  6. Pemilihan bentuk dan jenis pelatihan.
  7. Pengembangan kurikulum dan modul pelatihan.
  8. Penatapan fasilitator dan pembiayaan pelatihan.
  9. Metodologi pembelajaran dan pemilihan alat bantu belajar
  10. Pelaksanaan dan fasilitasi pelatihan partisipatif
  11. Monev dan pelaporan hasil pelatihan.
Kegiatan TOT-TPM oleh Pokja RBM ditutup oleh Faskab Ruslan Daud Mendogu, dalam arahannya Faskab menjelaskan, TPM sebagai bagian dari tim inti RBM kecamatan senantiasa terlibat dalam setiap kegiatan RBM dan pengelola proses kegiatan pelatihan masyarakat. TPM diharapkan berfungsi dalam peningkatan dan penguatan kapasitas kader-kader pembangunan masyarakat di desa dan antar desa dengan memperhatikan kaidah-kaidah partisipatif, desentralisasi, transformatif dan keswadayaan.

Sabtu, 20 Agustus 2011

PELATIHAN JURNALISTIK DAN PENGEMBANGAN RADIO KOMUNITAS

Pembukaan oleh Ketua Pokja dan Faskab
Jurnalistik telah banyak memberi kontribusi bagi perkembangan media massa. Berkat jurnalistik, kemajuan teknologi bisa diakses oleh banyak orang. Jurnalistik merupakan dunia mengasikkan dan memberi manfaat terutama untuk pengembangan skill. Oleh karena itu pelaku PNPM-MP disetiap desa pun perlu dikenalkan dan diakrabkan pada dunia jurnalistik.

Belum lama ini Pokja RBM Bantaeng mengadakan Pelatihan Jurnalistik dan Pengembangan Radio Komunitas di Radio Komunitas MBS FM Jl. Ratulangi Bantaeng, pada tanggal 19-20 Agustus 2011. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Pokja RBM Bantaeng Sabang, S.IP dan Faskab PNPM-MP Ruslan Daud Mendogu. Peserta Pelatihan ini berjumlah 22 orang yang terdiri dari 2 (dua) orang perwakilan masing-masing 7 (tujuh) kecamatan dan 8 (delapan) orang dari pegiat radio Komunitas se-kab. Bantaeng

Praktik Membaca Berita
Tujuan  diadakan Pelatihan Jurnalistik dan Pengembangan Radio Komunitas adalah memperkenalkan kepada masyarakat khususnya pelaku PNPM-MP dan pegiat Rakom tentang dasar-dasar jurnalistik dan penyiaran radio komunitas serta memberikan pemahaman juga keterampilan macam-macam tehnik memperoleh dan menyajikan berita kepada publik.

Adapun materi yang disajikan pada pelatihan ini adalah:

  1. Dasar-dasar dan etika jurnalistik
  2. Reportase
  3. Interview (wawancara)
  4. Tehnik siaran dan olah vokal
  5. Tehnik penulisan berita

Dengan metode presentasi, diskusi/tanya jawab, tugas menulis/membuat berita dan praktik.

Walaupun pelatihan ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan tetapi para peserta begitu antusias dan sangat bersemangat mengikuti serta menyimak materi-materi yang dipaparkan oleh Rudy Rustam, Sekjen Jaringan Independen Radio komunitas (JIRAK) Sul-SelBar.
Rudy Rustam sedang memaparkan materinya
Yang menarik dari pelatihan ini adalah ternyata semua peserta pelatihan belum pernah mengecap ilmu atau pelatihan jurnalistik semacam ini sebelumnya.

Selain terampil dan mampu membuat berita, peserta diharapkan menjadi pewarta warga (citizen report) bagi kegiatan-kegiatan di desa mereka masing-masing baik itu kegiatan yang berkaitan dengan PNPM-MP maupun kegiatan-kegiatan lain yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Melalui pelatihan ini pula para peserta mengetahui posisinya sebagai pewarta warga, karena pewarta warga mempunyai kewajiban utama menyampaikan kebenaran dan sikap tak memihak. Dengan kata lain, pewarta warga dituntut menyampaikan kebenaran melalui pemberitaan yang objektif. Selain itu peserta diharapkan menjadi kontributor berita untuk Radio MBS FM, Buletin RBM dan www.suarakomunitas.net

Foto bersama peserta, panpel dan pemateri
Peserta pelatihan berharap bahwa pelatihan serupa ditahun-tahun mendatang bisa ditingkatkan levelnya dan lebih spesifik tentunya dengan alokasi waktu yang ideal agar pemahaman tentang seluk beluk dunia jurnalistik lebih mendalam karena mempelajari dan memahami sepenuhnya dunia jurnalistik dan media massa tidak cukup hanya dalam waktu 2 (dua) hari, bahkan idealnya 1 (satu) materi membutuhkan alokasi waktu sampai 3 (tiga) hari.


Minggu, 17 Juli 2011

WORKSHOP PENYUSUNAN MODUL RBM KABUPATEN BANTAENG

Kelompok Kerja (Pokja) RBM Kab. Bantaeng pada tanggal 16-17 Juli 2011 mengadakan Workshop Penyusunan Modul Kabupaten, bertempat di Hotel Ahriani Bantaeng. Tujuan Workshop ini adalah melahirkan sebuah modul yang sesuai dengan kondisi Kab, Bantaeng, tentunya akan dipakai oleh Tim Pelatih Masyarakat (TPM) dalam melatih masyarakatnya di wilayah mereka masing-masing.

Workshop Penyusunan Modul RBM Kabupaten dibuka secara resmi oleh PJO Kabupaten Harmoni, S.Sos, M,Si mewakili Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa. Harmoni berharap agar para peserta workshop dapat memberi sumbangsih pikirannya agar tercipta modul yang ideal dan pada gilirannya prinsip-prinsip pemberdayaan yang diusung oleh Pokja RBM Kab. Bantaeng dapat berjalan lancar dan sesuai harapan pemerintah.

Workshop Penyusunan Modul RBM Kabupaten ini diikuti 72 peserta yang terdiri dari Setrawan, UPK, BKAD, BP-UPK, Tim Monitoring, TPM, Pendamping Lokal dan Fasilitator Kecamatan.
Menurut Faskab Bantaeng Ruslan Daud Mendogu atau akrab dipanggil Pak Olan, selama dua hari Workshop Penyusunan Modul RBM Kabupaten ini terlihat para peserta sangat antusias dalam mengikuti arahan maupun tugas-tugas yang diberikan. Sambil tersenyum manis, Pak Olan sempat berkata "terharuka lihatki peserta, saking seriusnya na lupami istirahat" hahahahaha.........

Menurut Ketua Pokja RBM Bantaeng Sabang, S,IP,  Pada hari selasa tanggal 19 Juli 2011 rencananya Pokja RBM akan melakukan finalisasi Modul bersama Faskab dan Tim Perumus di sekretariat PNPM. Dari proses finalisasi itulah akan lahir Modul RBM yang ideal sesuai dengan kebutuhan lokal dan mampu menjawab tantangan dalam bidang pemberdayaan di masa-masa yang akan datang

Sabtu, 02 Juli 2011

Rakor PNPM MP Prov. Sulsel Bahas RBM

Rapat Koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Sulawesi Selatan Periode  bulan Juni 2011 yang diselenggarakan pada hari Minggu - Rabu, tanggal 26 - 29 Juni 2011 dan mengambil lokasi di Hotel Horison Makassar. Rakor tingkat Provinsi ini di hadiri oleh semua Fasilitator Kabupaten Bidang Pemberdayaan dari 20 Kabupaten yang menjadi lokasi PNPM mandiri Perdesaan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2011, turut hdir juga semua PjO Kabupaten dari 20 semua lokasi PNPM Mandiri Perdesaan. Rakor dengan tema " Peningkatan Pengendalian fasilitasi Tahapan Optimalisasi dan Integrasi PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Sulsel Tahun 2011 " sebagai wahana konsolidasi dan penyatuan persepsi dalam pelaksanaan PNPM mandiri Perdesaan di semua Kabupaten Khususnya tahun anggaran 2011.